Sunday, 9 October 2016

Cabang Olahraga Lompat Tinggi

Lompat Tinggi
Lompat tinggi merupakan salah satu nomor lompat. Tujuan dari lompat tinggi adalah pelompat dapat melakukan lompatan setinggi-tingginya. Faktor penting dalam lompat tinggi ini adalah awalan (lari), tolakan, sikap tubuh pada saat melewati mistar, dan mendarat.
Salah satu gaya yang sering dipelajari adalah gaya guling perut atau gaya straddle. Berikut ini adalah teknik melakukan lompat tinggi gaya guling perut.
1.    Awalan
Awalan untuk gaya straddle ini biasanya dilakukan dari arah samping dengan langkah yang ganjil. Pada saat langkah yang terakhir diusahakan melakukan langkah yang lebar.
2.    Tolakan
Lakukan tolakan dengan kaki yang terdekat dengan mistar, kemudain ayunkan kaki ke depan atas sekuat mungkin untuk membantu gerakan tolakan yang dilakukan oleh kaki. Bersamaan dengan itu, ayunkan lengan ke atas.
3.    Sikap badan di udara di atas mistar
Ketika kaki mengayun di atas mistar, dengan cepat badan dibalikkan sehingga posisi badan telungkup di atas mistar. Lalu posisi kepala diturunkan, kaki tumpu disepakkan ke arah belakang atas, lutut kaki tumpu sedikit ditekuk dan ditarik ke belakang sehingga sikap badan sedikit terlentang.
4.    Sikap mendarat
Mendaratlah dengan sisi bahu atau bagian punggung terlebih dahulu. Untuk para pemula pendaratan akan lebih mudah dengan kaki ayun.
D.    Tolak Peluru
Tolak peluru termasuk dalam nomor lempar. Dua gaya tolak peluru yang sering digunakan oleh para atlet tolak peluru adalah gaya ortodoks dan gaya O’Brian.
Bahasa inggris tolak peluru adalah shot put. Hal terpenting dalam tolak peluru yang harus diperhatikan, antara lain :
1.    Cara Memegang Peluru
Ada tiga cara memegang peluru yang dapat dilihat pada gambar berikut ini.
2.    Sikap Awalan
    Atur posisi kaki, kaki kanan ditempatkan di depan batas balakang lingkaran, kaki kiri diletakkan di samping kiri selebar dengan badan dan searah dengan arah lemparan. Kaki kanan menolak peluru ke arah lemparan bersamaan dengan ayunan kaki kiri dan mendarat di tengah lingkaran. Ketika kaki kanan mendarat, posisi badan condong kearah samping kanan. Lengan kiri tetap pada sikap semula.
3.    Menolak peluru
    Jalannya tolakkan atau dorongan terhadap peluru harus lurus searah denagn sudut lemparan kurang dari 400.
4.    Sikap Akhir
    Buat gerakan melompat untuk menukar kaki kanan ke arah depan. Kaki kanan mendarat, dengan bersamaan kaki kiri ditarik ke arah belakang . usahakan jaga keseimbangan dengan bantuan lengan kiri.

Cabang Olahraga Lompat Jauh

Lompat Jauh
Lompat jauh merupakan salah satu nomor lompat selain nomor lompat lainnya seperti lompat jangkit, lompat tinggi, dan lompat galah. Tujuan lompat jauh ini adalah melakukan lompatan sejauh-jauhnya. Beberapa hal yang harus diperhatikan adalah faktor awalan (lari), tolakan kaki, sikap pada saat melayang di udara, dan mendarat.
Terdapat tiga sikap ketika melayang di udara dalam nomor lompat jauh, yaitu :
1.    Gaya Jongkok
2.    Gaya Lenting
3.    Gaya berjalan
a.    Peraturan lompat jauh
1)    Lintasan lebar min.1.22 m dan panjang 45 m.
2)    Panjang papan tolakan 1.22 m; lebar 20 cm, tebal 10 cm.
3)    Pada sisi dekat tempat mendarat harus diletakkan papan plastisin untuk mencatat sekurang -kurangnya 1 m dari tepi depan bak pasir pendaratan.
4)    Lebar tempat mendarat minimal 2.75 m, jarak antara garis tolakan sampai akhir tempat lompatan minimal 10 m.
5)    Permukaan pasir di dalam tempat pendaratan harus sama tinggi/datar dengan sisi pasir atas papan tolakan.
b.    Teknik Lompat Jauh Gaya Jongkok
1)    awalan
    Fungsi awalan adalah untuk mendapatkan kecepatan lari sebelum mencapai balok tolakan. Untuk mencapai kecepatan yang maksimum, jarak yang digunakan untuk awalan pada umumnya adalah 30-40 meter. Awalan dilakukan dengan melakukan sprint. Untuk latihan permulaan lakukan awalan 5-9 langkah dari balok tumpuan atau tolakan.
2)    Tolakan
    Tolakan adalah gerakan perpindahan antara lari awalan dengan gerakan tubuh melayang. Tolakan kaki harus tepat untuk mendapatkan tenaga tolakan yang besar. Jadi seorang pelompat jauh harus betul-betul konsentrasi. Kaki untuk menolak boleh yang mana saja tergantung kaki mana yang lebih kuat dan dominan.
3)    Sikap badan di udara
    Setelah tolakan pada balok tolakan, badan akan terangkat dan melayang di udara, hal ini bersamaan dengan mengayunkan kedua lengan ke arah depan atas. Untuk mendapatkan hasil lompatan yang baik, pelompat harus meluruskan kaki tumpuan selurusnya dan secepatnya. Ketika badan bergerak naik, badan dalam keadaan tidak tegang (rileks). Ketika badan dalam keadaan melayang di udara, badan melakukan sikap jongkok.
4)    Pendaratan
    Ketika melakukan pendaratan, pelompat harus menjulurkan kedua tangannya ke depan dan menjaga keseimbangan. Agar tubuh tidak jatuh ke belakang, berat badan harus dibawa ke depan dengan cara membungkukkan badan dan lutut hampir merapat. Pada waktu mendarat, bengkokkan lutut, posisikan tumit terlebih dahulu mengenai tanah/pasir.

Cabang Olahraga Lari Jarak Pendek

Lari Jarak Pendek
Jarak tempuh lari jarak pendek adalah 100m, 200m dan 400m. Hal yang penting dalam lari jarak pendek ini adalah start atau tolakan pada saat start. Jika dalam melakukan start mengalami keterlambatan akan sangat merugikan pelari.
Start merupakan faktor yang penting dalam cabang atletik, pada khususnya nomor lari jarak pendek (sprint).
Pada umumnya start dibagi tiga, yaitu :
1.    Start berdiri (standing start)
2.    Start melayang (flying start)
3.    Start jongkok (crouching start)
Teknik start yang umum digunakan oleh para sprinter adalah start jongkok atau crouching start. Start jongkok ini terbagi dalam tiga bagian di dalam pelaksanaannya yaitu:
a.    Start pendek (bunch start)
b.    Start menengah (medium start)
c.    Start panjang (long start)
Rangkaian gerakan start jongkok pada lari jarak pendek (Sprint)
1)    Gerakan pada aba-aba “bersedia”
Cara melakukan sikap start pada aba-aba “bersedia” adalah sebagai berikut :
a)    pelari mendekati garis start;
b)    jarak antara kedua kaki selebar telapak tangan;
c)    posisikan kaki kanan di belakang garis start, dan kaki kiri dibelakang kaki kanan;
d)    posisi lutut kaki kiri disamping tumit kaki kanan dan jari kaki kanan ditekuk ke bawah;
e)    Posisikan kedua tangan dibelakang garis start dan jemari tangan dirapatkan, ibu jari dibuka ke dalam, jarak antara kedua tangan selebar bahu.

2)    Gerakan pada aba-aba “siap”
Cara melakukan gerakan pada aba-aba “siap” adalah sebagai berikut:
a)    angkat panggul secara perlahan ke atas sampai pantat posisinya lebih tinggi daripada pundak;
b)    posisi lutut kaki kanan membentuk sudut kira-kira 900 dan lutut kaki belakang membentuk sudut kira-kira 1200;
c)    Posisi lengan tetap lurus, leher tidak tegang, berat badan bertumpu pada kedua tangan;
d)    Pandangan mata mengikuti gerakan panggul atau badan.
3)    Gerakan start jongkok pada aba-aba “Ya/peluit/tembakan pistol”
a)    Tolakkan kaki sekuat-kuatnya pada balok start (start block) apabila menggunakannya.
b)    Secepatnya kaki belakang dilangkahkan ke depan disertai dengan ayunan tangan kiri ke depan badan.
c)    Berlari dengan posisi badan meluncur lurus ke depan, langkah lari makin diperlebar, pandangan ke lintasan dan garis finish.
d)    Berlari sekuat-kuatnya sampai garis finish

Teknik Dasar Olahraga Bulutangkis

Teknik Dasar
1.    Teknik Langkah Kaki (Foot Work)
a.    Langkah berurutan
b.    Langkah bergantian atau bersilangan
c.    Langkah lebar dengan loncatan
2.    Teknik Pukulan (Strokes)
a.    Pegangan (grip)
Cara memegang raket bulutangkis yang dikenal terdapat empat cara, yaitu:
1). Pegangan Inggris (English grip)
2). Pegangan Amerika (American grip)
3). Peganagn berjabat tangan (shakehand grip)
4). Pegangan backhand (Backhand grip)
b.    Posisi terhadap bola
Pemain harus memperhatikan posisi terhadap bola, jadi seorang pemain harus bisa bergerak dengan cepat terhadap arah datangnya bola.
c.    Waktu (timing)
Dibantu dengan pergerakan tubuh yang cepat, seorang pemain juga harus memperhitungkan waktu/timing datangnya bola dengan keputusan untuk memukul bola /shutlecock.
d.    Jenis pukulan
Jenis pukulan yang dikenal dalam permainan bulutangkis yaitu:
1)    Servis
    Servis adalah pukulan raket terhadap shuttlecock hingga terbang berpindah ke bidang lapangan lawan melewati net.
    Tujuan melakukan servis adalah sebagai awal pembuka permainan. Jenis pukulan servis yang dikenal adalah :
a).    Short service atau servis pendek
b).     Service lob atau servis panjang
c).     Service drive
d).     Service flick atau servive cambuk
2)    Overhead
Pukulan overhead adalah memukul shuttlecock yang arah datangnya melambung diatas kepala, jadi arah ayunan tangan melewati kepala untuk awalan memukul shuttlecock.
3)    Lobb
Lob adalah pukulan untuk melambungkan shuttlecock ke arah bidang lapangan lawan yang mengarah ke belakang garis lapangan. Terdapat dua jenis lob yang dikenal yaitu, underhand lob dan overhead lob.
4)    Smash
Smash adalah salah satu teknik pukulan untuk menghasilakan nilai secara langsung, karena pukulan ini adalah gerakan ayunan tangan yang cepat, mendadak dan menghasilkan pukulan keras yang menjatuhkan shuttelcock dengan tajam.
5)    Drop shot
Dropshot adalah teknik pukulan yang tepat melampaui net dan shuttelcock jatuh di sisi bidang lapang lawan. Dropshot adalah pukulan yang dilakukan dengan cara menyebangkan shuttelcock ke bidang lapang lawan dengan cara menjatuhkan shuttel cock sedekat mungkin dengan net. Pukulan ini tidak membutuhkan banyak tenaga tetapi membutuhkan keterampilan yang baik.

Alat dan Fasilitas Olahraga Bulutangkis

Alat dan Fasilitas
1.    Raket.
a.    Berat kurang dari 150 gram
b.    Ringan dan kuat.
c.    Terbuat dari bahan kayu, aluminium, fiber glass atau carbonex.
2.    Shuttlecock
a.    Terdiri dari bagian kepala dan bulu.
b.    Kepala gabus dibungkus kulit tipis dan kuat.
c.    Berat 73 – 85 grains (4.73 – 5.5 gram)
3.    Snar Raket
a.    Bahan snar dari nilon, usus atau bahan sintetis.
b.    Jenis kekebalan snar.
4.    Lapangan (Court)
a.    Lantai tanah.
b.    Lantai kayu.
c.    Lantai karpet sintetik (porta court).
d.    Lantai semen atau tegel (hand Court).
5.    Net
a.    Dari bahan katun berwarna gelap, lebar 76 cm panjang 610 cm.
b.    Tinggi net 155 cm, tinggi tengah-tengahnya minimal 152.4 cm.

Sejarah Olahraga Bulutangkis


Bulutangkis berasal dari India yang kemudian dibawa ke Inggris dan dikembangkan disana. Pada awalnya bulutangkis bernama “Poona”. Pada awalnya bulutangkis disebut “Badminton” karena ketika tahun 1873 permainan ini dimainkan di taman istana Badmiton Gloucester Shire milik Duke de Beuofort.
Permainan bulu tangkis berkembang dengan pesatnya, sehingga didirikanlah IBF (International Badminton Federation) pada tanggal 5 Juli 1934. Demikian juga halnya dengan masyarakat indonesia yang banyak menyukai permainan bulutangkis. Didirikanlah PBSI (Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia) pada tanggal 5 Mei 1951. Pada tahun 1953 Indonesia resmi menjadi anggota IBF.
Kejuaraan internasional bulutangkis yang penting, antara lain sebagai berikut.
1.    All England.
2.    World Badminton Championship.
3.    Asia Badminton.
4.    Kejuaraan bulutangkis dalam Asian Games, Sea Games.
5.    Kejuaraan bulutangkis beregu putra (Thomas Cup).
6.    Kejuaraan bulutangkis beregu putri (Uber Cup).
7.    Kejuaraan bulutangkis beregu campuran (Sudirman Cup).

Saturday, 8 October 2016

Teknik Dasar Olahraga Soft Ball


Teknik dasar permainan softball meliputi teknik memegang bola, melempar dan menangkap bola, memukul bola, dan sliding. Semua teknik ini harus dipelajari dengan baik.
Pemain yang bertugas melambung bola adalah pitcher yang merupakan fielder. Pithcer mempunyai tugas yang sulit dan memeras tenaga, baik dalam posisi bertahan maupun menyerang. Kemudian pemain yang bertugas menjaga di belakang homeplate, menangkap bola lemparan pitcher yang tidak atau gagal dipukul (foul Strike) oleh batter adalah Catcher. Pemain yang mendapatkan giliran memukul disebut batter.
Berikut ini adalah teknik dasar bermain softball :
a.    Memegang Bola
    Cara memegang bola softbal tergantung dari ukuran tangan pelempar. Gunakan cara memegang bola dengan dua jari jika tangan pemain tersebut besar dan berjari panjang. Bila sebaliknya, gunakan cara memegang dengan tiga jari atau empat jari, biasanya cara ini digunakan oleh pemain putri.
b.    Menangkap dan Melempar Bola
1)    Melempar Bola
    Teknik melempar bola softball terdiri dari tiga cara yaitu sebagai berikut.
a)    Overhand, melempar dengan ayunan atas.
    Cara melakukan teknik ini yaitu:
(1)    salah satu tangan memegang bola (kanan atau kiri tergantung dari kesukaan pemain) dengan posisi tangan ditekuk membentuk sudut 15-200;
(2)    posisi kaki terangkat setinggi dada dengan posisi kaki terangkat agak ditekuk membentuk sudut 450. Kaki kanan atau kiri dijadikan tumpuan;
(3)    pandangan mata tertuju ke arah catcher;
(4)    tangan yang memegang bola ditarik ke belakang, kemudian bola dilemparkan sekuat tenaga ke arah catcher;
(5)    posisi kaki yang terangkat pada waktu melemparkan bola diturunkan;
(6)    setelah bola terlempar, maka pitcher bersiap-siap berlari menuju base.
b)    Side Arm Throw, melempar dengan ayunan samping
    Cara melakukan teknik ini yaitu:
(1)    salah satu tangan memegang bola dengan posisi tangan ditekuk membentuk sudut 15-200;
(2)    posisi kaki terangkat setinggi dada dengan posisi kaki agak terangkat agak ditekuk membentuk sudut 450;
(3)    pandangan mata tertuju ke arah pitcher;
(4)    tangan yang memegang bola ditarik ke belakang, lalu memutar ke arah samping. Kemudian bola dilemparkan sekuat tenaga ke arah catcher;
(5)    posisi kaki terangkat pada waktu melemparkan bola, diturunkan;
(6)    setelah bola terlempar maka pitcher bersiap-sipa berlari menuju base.
c)    Underhand, lemparan bawah
    Cara melakukan teknik ini yaitu:
(1)    salah satu tangan memegang bola dengan posisi tangan ditekuk membentuk sudut 15-200;
(2)    posisi kaki terangkat setinggi dada dengan posisi kaki agak terangkat agak ditekuk membentuk sudut 450;
(3)    kaki kanan atau kiri dijadikan tumpuan;
(4)    pandangan mata tertuju ke arah pitcher;
(5)    tangan yang memegang bola ditarik ke belakang, lalu memutar ke arah bawah. Pada waktu tangan mencapai  ± 100 bola dilemparkan sekuat tenaga;
(6)    pada waktu melempar bola kaki yang terangkat diturunkan;
(7)    setelah bola terlempar maka pitcher bersiap-siap berlari menuju base.
2)    Menangkap Bola
a)    Menangkap bola yang bergulir di tanah (ground-ball)
b)    Menangkap bola lambung (fly ball)
c)    Menangkap bola lurus (straight ball)
c.    Memukul Bola (Batting)
Memukul dalam permainan softball terdiri dari dua macam, yaitu:
1)    Memukul bola dengan ayunan penuh (swing)
2)    Memukul bola tanpa ayunan (bunting)
Tujuan memukul adalah menciptakan nilai, mencapai base, dan memajukan pelari di depannya.
d.    Sliding
Sliding adalah cara mencapai base dengan meluncurkan badan. Macam-macam teknik Sliding :
1)    Sliding Lurus (Straight Leg Slide)
2)    Sliding mengait (Hook slide)
3)    Sliding dengan kepala lebih dulu (head first slide)