Lompat Tinggi
Lompat tinggi merupakan salah satu nomor lompat. Tujuan dari lompat tinggi adalah pelompat dapat melakukan lompatan setinggi-tingginya. Faktor penting dalam lompat tinggi ini adalah awalan (lari), tolakan, sikap tubuh pada saat melewati mistar, dan mendarat.
Salah satu gaya yang sering dipelajari adalah gaya guling perut atau gaya straddle. Berikut ini adalah teknik melakukan lompat tinggi gaya guling perut.
1. Awalan
Awalan untuk gaya straddle ini biasanya dilakukan dari arah samping dengan langkah yang ganjil. Pada saat langkah yang terakhir diusahakan melakukan langkah yang lebar.
2. Tolakan
Lakukan tolakan dengan kaki yang terdekat dengan mistar, kemudain ayunkan kaki ke depan atas sekuat mungkin untuk membantu gerakan tolakan yang dilakukan oleh kaki. Bersamaan dengan itu, ayunkan lengan ke atas.
3. Sikap badan di udara di atas mistar
Ketika kaki mengayun di atas mistar, dengan cepat badan dibalikkan sehingga posisi badan telungkup di atas mistar. Lalu posisi kepala diturunkan, kaki tumpu disepakkan ke arah belakang atas, lutut kaki tumpu sedikit ditekuk dan ditarik ke belakang sehingga sikap badan sedikit terlentang.
4. Sikap mendarat
Mendaratlah dengan sisi bahu atau bagian punggung terlebih dahulu. Untuk para pemula pendaratan akan lebih mudah dengan kaki ayun.
D. Tolak Peluru
Tolak peluru termasuk dalam nomor lempar. Dua gaya tolak peluru yang sering digunakan oleh para atlet tolak peluru adalah gaya ortodoks dan gaya O’Brian.
Bahasa inggris tolak peluru adalah shot put. Hal terpenting dalam tolak peluru yang harus diperhatikan, antara lain :
1. Cara Memegang Peluru
Ada tiga cara memegang peluru yang dapat dilihat pada gambar berikut ini.
2. Sikap Awalan
Atur posisi kaki, kaki kanan ditempatkan di depan batas balakang lingkaran, kaki kiri diletakkan di samping kiri selebar dengan badan dan searah dengan arah lemparan. Kaki kanan menolak peluru ke arah lemparan bersamaan dengan ayunan kaki kiri dan mendarat di tengah lingkaran. Ketika kaki kanan mendarat, posisi badan condong kearah samping kanan. Lengan kiri tetap pada sikap semula.
3. Menolak peluru
Jalannya tolakkan atau dorongan terhadap peluru harus lurus searah denagn sudut lemparan kurang dari 400.
4. Sikap Akhir
Buat gerakan melompat untuk menukar kaki kanan ke arah depan. Kaki kanan mendarat, dengan bersamaan kaki kiri ditarik ke arah belakang . usahakan jaga keseimbangan dengan bantuan lengan kiri.
Sunday, 9 October 2016
Cabang Olahraga Lompat Jauh
Lompat Jauh
Lompat jauh merupakan salah satu nomor lompat selain nomor lompat lainnya seperti lompat jangkit, lompat tinggi, dan lompat galah. Tujuan lompat jauh ini adalah melakukan lompatan sejauh-jauhnya. Beberapa hal yang harus diperhatikan adalah faktor awalan (lari), tolakan kaki, sikap pada saat melayang di udara, dan mendarat.
Terdapat tiga sikap ketika melayang di udara dalam nomor lompat jauh, yaitu :
1. Gaya Jongkok
2. Gaya Lenting
3. Gaya berjalan
a. Peraturan lompat jauh
1) Lintasan lebar min.1.22 m dan panjang 45 m.
2) Panjang papan tolakan 1.22 m; lebar 20 cm, tebal 10 cm.
3) Pada sisi dekat tempat mendarat harus diletakkan papan plastisin untuk mencatat sekurang -kurangnya 1 m dari tepi depan bak pasir pendaratan.
4) Lebar tempat mendarat minimal 2.75 m, jarak antara garis tolakan sampai akhir tempat lompatan minimal 10 m.
5) Permukaan pasir di dalam tempat pendaratan harus sama tinggi/datar dengan sisi pasir atas papan tolakan.
b. Teknik Lompat Jauh Gaya Jongkok
1) awalan
Fungsi awalan adalah untuk mendapatkan kecepatan lari sebelum mencapai balok tolakan. Untuk mencapai kecepatan yang maksimum, jarak yang digunakan untuk awalan pada umumnya adalah 30-40 meter. Awalan dilakukan dengan melakukan sprint. Untuk latihan permulaan lakukan awalan 5-9 langkah dari balok tumpuan atau tolakan.
2) Tolakan
Tolakan adalah gerakan perpindahan antara lari awalan dengan gerakan tubuh melayang. Tolakan kaki harus tepat untuk mendapatkan tenaga tolakan yang besar. Jadi seorang pelompat jauh harus betul-betul konsentrasi. Kaki untuk menolak boleh yang mana saja tergantung kaki mana yang lebih kuat dan dominan.
3) Sikap badan di udara
Setelah tolakan pada balok tolakan, badan akan terangkat dan melayang di udara, hal ini bersamaan dengan mengayunkan kedua lengan ke arah depan atas. Untuk mendapatkan hasil lompatan yang baik, pelompat harus meluruskan kaki tumpuan selurusnya dan secepatnya. Ketika badan bergerak naik, badan dalam keadaan tidak tegang (rileks). Ketika badan dalam keadaan melayang di udara, badan melakukan sikap jongkok.
4) Pendaratan
Ketika melakukan pendaratan, pelompat harus menjulurkan kedua tangannya ke depan dan menjaga keseimbangan. Agar tubuh tidak jatuh ke belakang, berat badan harus dibawa ke depan dengan cara membungkukkan badan dan lutut hampir merapat. Pada waktu mendarat, bengkokkan lutut, posisikan tumit terlebih dahulu mengenai tanah/pasir.
Lompat jauh merupakan salah satu nomor lompat selain nomor lompat lainnya seperti lompat jangkit, lompat tinggi, dan lompat galah. Tujuan lompat jauh ini adalah melakukan lompatan sejauh-jauhnya. Beberapa hal yang harus diperhatikan adalah faktor awalan (lari), tolakan kaki, sikap pada saat melayang di udara, dan mendarat.
Terdapat tiga sikap ketika melayang di udara dalam nomor lompat jauh, yaitu :
1. Gaya Jongkok
2. Gaya Lenting
3. Gaya berjalan
a. Peraturan lompat jauh
1) Lintasan lebar min.1.22 m dan panjang 45 m.
2) Panjang papan tolakan 1.22 m; lebar 20 cm, tebal 10 cm.
3) Pada sisi dekat tempat mendarat harus diletakkan papan plastisin untuk mencatat sekurang -kurangnya 1 m dari tepi depan bak pasir pendaratan.
4) Lebar tempat mendarat minimal 2.75 m, jarak antara garis tolakan sampai akhir tempat lompatan minimal 10 m.
5) Permukaan pasir di dalam tempat pendaratan harus sama tinggi/datar dengan sisi pasir atas papan tolakan.
b. Teknik Lompat Jauh Gaya Jongkok
1) awalan
Fungsi awalan adalah untuk mendapatkan kecepatan lari sebelum mencapai balok tolakan. Untuk mencapai kecepatan yang maksimum, jarak yang digunakan untuk awalan pada umumnya adalah 30-40 meter. Awalan dilakukan dengan melakukan sprint. Untuk latihan permulaan lakukan awalan 5-9 langkah dari balok tumpuan atau tolakan.
2) Tolakan
Tolakan adalah gerakan perpindahan antara lari awalan dengan gerakan tubuh melayang. Tolakan kaki harus tepat untuk mendapatkan tenaga tolakan yang besar. Jadi seorang pelompat jauh harus betul-betul konsentrasi. Kaki untuk menolak boleh yang mana saja tergantung kaki mana yang lebih kuat dan dominan.
3) Sikap badan di udara
Setelah tolakan pada balok tolakan, badan akan terangkat dan melayang di udara, hal ini bersamaan dengan mengayunkan kedua lengan ke arah depan atas. Untuk mendapatkan hasil lompatan yang baik, pelompat harus meluruskan kaki tumpuan selurusnya dan secepatnya. Ketika badan bergerak naik, badan dalam keadaan tidak tegang (rileks). Ketika badan dalam keadaan melayang di udara, badan melakukan sikap jongkok.
4) Pendaratan
Ketika melakukan pendaratan, pelompat harus menjulurkan kedua tangannya ke depan dan menjaga keseimbangan. Agar tubuh tidak jatuh ke belakang, berat badan harus dibawa ke depan dengan cara membungkukkan badan dan lutut hampir merapat. Pada waktu mendarat, bengkokkan lutut, posisikan tumit terlebih dahulu mengenai tanah/pasir.
Cabang Olahraga Lari Jarak Pendek
Lari Jarak Pendek
Jarak tempuh lari jarak pendek adalah 100m, 200m dan 400m. Hal yang penting dalam lari jarak pendek ini adalah start atau tolakan pada saat start. Jika dalam melakukan start mengalami keterlambatan akan sangat merugikan pelari.
Start merupakan faktor yang penting dalam cabang atletik, pada khususnya nomor lari jarak pendek (sprint).
Pada umumnya start dibagi tiga, yaitu :
1. Start berdiri (standing start)
2. Start melayang (flying start)
3. Start jongkok (crouching start)
Teknik start yang umum digunakan oleh para sprinter adalah start jongkok atau crouching start. Start jongkok ini terbagi dalam tiga bagian di dalam pelaksanaannya yaitu:
a. Start pendek (bunch start)
b. Start menengah (medium start)
c. Start panjang (long start)
Rangkaian gerakan start jongkok pada lari jarak pendek (Sprint)
1) Gerakan pada aba-aba “bersedia”
Cara melakukan sikap start pada aba-aba “bersedia” adalah sebagai berikut :
a) pelari mendekati garis start;
b) jarak antara kedua kaki selebar telapak tangan;
c) posisikan kaki kanan di belakang garis start, dan kaki kiri dibelakang kaki kanan;
d) posisi lutut kaki kiri disamping tumit kaki kanan dan jari kaki kanan ditekuk ke bawah;
e) Posisikan kedua tangan dibelakang garis start dan jemari tangan dirapatkan, ibu jari dibuka ke dalam, jarak antara kedua tangan selebar bahu.
2) Gerakan pada aba-aba “siap”
Cara melakukan gerakan pada aba-aba “siap” adalah sebagai berikut:
a) angkat panggul secara perlahan ke atas sampai pantat posisinya lebih tinggi daripada pundak;
b) posisi lutut kaki kanan membentuk sudut kira-kira 900 dan lutut kaki belakang membentuk sudut kira-kira 1200;
c) Posisi lengan tetap lurus, leher tidak tegang, berat badan bertumpu pada kedua tangan;
d) Pandangan mata mengikuti gerakan panggul atau badan.
3) Gerakan start jongkok pada aba-aba “Ya/peluit/tembakan pistol”
a) Tolakkan kaki sekuat-kuatnya pada balok start (start block) apabila menggunakannya.
b) Secepatnya kaki belakang dilangkahkan ke depan disertai dengan ayunan tangan kiri ke depan badan.
c) Berlari dengan posisi badan meluncur lurus ke depan, langkah lari makin diperlebar, pandangan ke lintasan dan garis finish.
d) Berlari sekuat-kuatnya sampai garis finish
Jarak tempuh lari jarak pendek adalah 100m, 200m dan 400m. Hal yang penting dalam lari jarak pendek ini adalah start atau tolakan pada saat start. Jika dalam melakukan start mengalami keterlambatan akan sangat merugikan pelari.
Start merupakan faktor yang penting dalam cabang atletik, pada khususnya nomor lari jarak pendek (sprint).
Pada umumnya start dibagi tiga, yaitu :
1. Start berdiri (standing start)
2. Start melayang (flying start)
3. Start jongkok (crouching start)
Teknik start yang umum digunakan oleh para sprinter adalah start jongkok atau crouching start. Start jongkok ini terbagi dalam tiga bagian di dalam pelaksanaannya yaitu:
a. Start pendek (bunch start)
b. Start menengah (medium start)
c. Start panjang (long start)
Rangkaian gerakan start jongkok pada lari jarak pendek (Sprint)
1) Gerakan pada aba-aba “bersedia”
Cara melakukan sikap start pada aba-aba “bersedia” adalah sebagai berikut :
a) pelari mendekati garis start;
b) jarak antara kedua kaki selebar telapak tangan;
c) posisikan kaki kanan di belakang garis start, dan kaki kiri dibelakang kaki kanan;
d) posisi lutut kaki kiri disamping tumit kaki kanan dan jari kaki kanan ditekuk ke bawah;
e) Posisikan kedua tangan dibelakang garis start dan jemari tangan dirapatkan, ibu jari dibuka ke dalam, jarak antara kedua tangan selebar bahu.
2) Gerakan pada aba-aba “siap”
Cara melakukan gerakan pada aba-aba “siap” adalah sebagai berikut:
a) angkat panggul secara perlahan ke atas sampai pantat posisinya lebih tinggi daripada pundak;
b) posisi lutut kaki kanan membentuk sudut kira-kira 900 dan lutut kaki belakang membentuk sudut kira-kira 1200;
c) Posisi lengan tetap lurus, leher tidak tegang, berat badan bertumpu pada kedua tangan;
d) Pandangan mata mengikuti gerakan panggul atau badan.
3) Gerakan start jongkok pada aba-aba “Ya/peluit/tembakan pistol”
a) Tolakkan kaki sekuat-kuatnya pada balok start (start block) apabila menggunakannya.
b) Secepatnya kaki belakang dilangkahkan ke depan disertai dengan ayunan tangan kiri ke depan badan.
c) Berlari dengan posisi badan meluncur lurus ke depan, langkah lari makin diperlebar, pandangan ke lintasan dan garis finish.
d) Berlari sekuat-kuatnya sampai garis finish
Teknik Dasar Olahraga Bulutangkis
Teknik Dasar
1. Teknik Langkah Kaki (Foot Work)
a. Langkah berurutan
b. Langkah bergantian atau bersilangan
c. Langkah lebar dengan loncatan
2. Teknik Pukulan (Strokes)
a. Pegangan (grip)
Cara memegang raket bulutangkis yang dikenal terdapat empat cara, yaitu:
1). Pegangan Inggris (English grip)
2). Pegangan Amerika (American grip)
3). Peganagn berjabat tangan (shakehand grip)
4). Pegangan backhand (Backhand grip)
b. Posisi terhadap bola
Pemain harus memperhatikan posisi terhadap bola, jadi seorang pemain harus bisa bergerak dengan cepat terhadap arah datangnya bola.
c. Waktu (timing)
Dibantu dengan pergerakan tubuh yang cepat, seorang pemain juga harus memperhitungkan waktu/timing datangnya bola dengan keputusan untuk memukul bola /shutlecock.
d. Jenis pukulan
Jenis pukulan yang dikenal dalam permainan bulutangkis yaitu:
1) Servis
Servis adalah pukulan raket terhadap shuttlecock hingga terbang berpindah ke bidang lapangan lawan melewati net.
Tujuan melakukan servis adalah sebagai awal pembuka permainan. Jenis pukulan servis yang dikenal adalah :
a). Short service atau servis pendek
b). Service lob atau servis panjang
c). Service drive
d). Service flick atau servive cambuk
2) Overhead
Pukulan overhead adalah memukul shuttlecock yang arah datangnya melambung diatas kepala, jadi arah ayunan tangan melewati kepala untuk awalan memukul shuttlecock.
3) Lobb
Lob adalah pukulan untuk melambungkan shuttlecock ke arah bidang lapangan lawan yang mengarah ke belakang garis lapangan. Terdapat dua jenis lob yang dikenal yaitu, underhand lob dan overhead lob.
4) Smash
Smash adalah salah satu teknik pukulan untuk menghasilakan nilai secara langsung, karena pukulan ini adalah gerakan ayunan tangan yang cepat, mendadak dan menghasilkan pukulan keras yang menjatuhkan shuttelcock dengan tajam.
5) Drop shot
Dropshot adalah teknik pukulan yang tepat melampaui net dan shuttelcock jatuh di sisi bidang lapang lawan. Dropshot adalah pukulan yang dilakukan dengan cara menyebangkan shuttelcock ke bidang lapang lawan dengan cara menjatuhkan shuttel cock sedekat mungkin dengan net. Pukulan ini tidak membutuhkan banyak tenaga tetapi membutuhkan keterampilan yang baik.
1. Teknik Langkah Kaki (Foot Work)
a. Langkah berurutan
b. Langkah bergantian atau bersilangan
c. Langkah lebar dengan loncatan
2. Teknik Pukulan (Strokes)
a. Pegangan (grip)
Cara memegang raket bulutangkis yang dikenal terdapat empat cara, yaitu:
1). Pegangan Inggris (English grip)
2). Pegangan Amerika (American grip)
3). Peganagn berjabat tangan (shakehand grip)
4). Pegangan backhand (Backhand grip)
b. Posisi terhadap bola
Pemain harus memperhatikan posisi terhadap bola, jadi seorang pemain harus bisa bergerak dengan cepat terhadap arah datangnya bola.
c. Waktu (timing)
Dibantu dengan pergerakan tubuh yang cepat, seorang pemain juga harus memperhitungkan waktu/timing datangnya bola dengan keputusan untuk memukul bola /shutlecock.
d. Jenis pukulan
Jenis pukulan yang dikenal dalam permainan bulutangkis yaitu:
1) Servis
Servis adalah pukulan raket terhadap shuttlecock hingga terbang berpindah ke bidang lapangan lawan melewati net.
Tujuan melakukan servis adalah sebagai awal pembuka permainan. Jenis pukulan servis yang dikenal adalah :
a). Short service atau servis pendek
b). Service lob atau servis panjang
c). Service drive
d). Service flick atau servive cambuk
2) Overhead
Pukulan overhead adalah memukul shuttlecock yang arah datangnya melambung diatas kepala, jadi arah ayunan tangan melewati kepala untuk awalan memukul shuttlecock.
3) Lobb
Lob adalah pukulan untuk melambungkan shuttlecock ke arah bidang lapangan lawan yang mengarah ke belakang garis lapangan. Terdapat dua jenis lob yang dikenal yaitu, underhand lob dan overhead lob.
4) Smash
Smash adalah salah satu teknik pukulan untuk menghasilakan nilai secara langsung, karena pukulan ini adalah gerakan ayunan tangan yang cepat, mendadak dan menghasilkan pukulan keras yang menjatuhkan shuttelcock dengan tajam.
5) Drop shot
Dropshot adalah teknik pukulan yang tepat melampaui net dan shuttelcock jatuh di sisi bidang lapang lawan. Dropshot adalah pukulan yang dilakukan dengan cara menyebangkan shuttelcock ke bidang lapang lawan dengan cara menjatuhkan shuttel cock sedekat mungkin dengan net. Pukulan ini tidak membutuhkan banyak tenaga tetapi membutuhkan keterampilan yang baik.
Alat dan Fasilitas Olahraga Bulutangkis
Alat dan Fasilitas
1. Raket.
a. Berat kurang dari 150 gram
b. Ringan dan kuat.
c. Terbuat dari bahan kayu, aluminium, fiber glass atau carbonex.
2. Shuttlecock
a. Terdiri dari bagian kepala dan bulu.
b. Kepala gabus dibungkus kulit tipis dan kuat.
c. Berat 73 – 85 grains (4.73 – 5.5 gram)
3. Snar Raket
a. Bahan snar dari nilon, usus atau bahan sintetis.
b. Jenis kekebalan snar.
4. Lapangan (Court)
a. Lantai tanah.
b. Lantai kayu.
c. Lantai karpet sintetik (porta court).
d. Lantai semen atau tegel (hand Court).
5. Net
a. Dari bahan katun berwarna gelap, lebar 76 cm panjang 610 cm.
b. Tinggi net 155 cm, tinggi tengah-tengahnya minimal 152.4 cm.
1. Raket.
a. Berat kurang dari 150 gram
b. Ringan dan kuat.
c. Terbuat dari bahan kayu, aluminium, fiber glass atau carbonex.
2. Shuttlecock
a. Terdiri dari bagian kepala dan bulu.
b. Kepala gabus dibungkus kulit tipis dan kuat.
c. Berat 73 – 85 grains (4.73 – 5.5 gram)
3. Snar Raket
a. Bahan snar dari nilon, usus atau bahan sintetis.
b. Jenis kekebalan snar.
4. Lapangan (Court)
a. Lantai tanah.
b. Lantai kayu.
c. Lantai karpet sintetik (porta court).
d. Lantai semen atau tegel (hand Court).
5. Net
a. Dari bahan katun berwarna gelap, lebar 76 cm panjang 610 cm.
b. Tinggi net 155 cm, tinggi tengah-tengahnya minimal 152.4 cm.
Sejarah Olahraga Bulutangkis
Bulutangkis berasal dari India yang kemudian dibawa ke Inggris dan dikembangkan disana. Pada awalnya bulutangkis bernama “Poona”. Pada awalnya bulutangkis disebut “Badminton” karena ketika tahun 1873 permainan ini dimainkan di taman istana Badmiton Gloucester Shire milik Duke de Beuofort.
Permainan bulu tangkis berkembang dengan pesatnya, sehingga didirikanlah IBF (International Badminton Federation) pada tanggal 5 Juli 1934. Demikian juga halnya dengan masyarakat indonesia yang banyak menyukai permainan bulutangkis. Didirikanlah PBSI (Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia) pada tanggal 5 Mei 1951. Pada tahun 1953 Indonesia resmi menjadi anggota IBF.
Kejuaraan internasional bulutangkis yang penting, antara lain sebagai berikut.
1. All England.
2. World Badminton Championship.
3. Asia Badminton.
4. Kejuaraan bulutangkis dalam Asian Games, Sea Games.
5. Kejuaraan bulutangkis beregu putra (Thomas Cup).
6. Kejuaraan bulutangkis beregu putri (Uber Cup).
7. Kejuaraan bulutangkis beregu campuran (Sudirman Cup).
Saturday, 8 October 2016
Teknik Dasar Olahraga Soft Ball
Teknik dasar permainan softball meliputi teknik memegang bola, melempar dan menangkap bola, memukul bola, dan sliding. Semua teknik ini harus dipelajari dengan baik.
Pemain yang bertugas melambung bola adalah pitcher yang merupakan fielder. Pithcer mempunyai tugas yang sulit dan memeras tenaga, baik dalam posisi bertahan maupun menyerang. Kemudian pemain yang bertugas menjaga di belakang homeplate, menangkap bola lemparan pitcher yang tidak atau gagal dipukul (foul Strike) oleh batter adalah Catcher. Pemain yang mendapatkan giliran memukul disebut batter.
Berikut ini adalah teknik dasar bermain softball :
a. Memegang Bola
Cara memegang bola softbal tergantung dari ukuran tangan pelempar. Gunakan cara memegang bola dengan dua jari jika tangan pemain tersebut besar dan berjari panjang. Bila sebaliknya, gunakan cara memegang dengan tiga jari atau empat jari, biasanya cara ini digunakan oleh pemain putri.
b. Menangkap dan Melempar Bola
1) Melempar Bola
Teknik melempar bola softball terdiri dari tiga cara yaitu sebagai berikut.
a) Overhand, melempar dengan ayunan atas.
Cara melakukan teknik ini yaitu:
(1) salah satu tangan memegang bola (kanan atau kiri tergantung dari kesukaan pemain) dengan posisi tangan ditekuk membentuk sudut 15-200;
(2) posisi kaki terangkat setinggi dada dengan posisi kaki terangkat agak ditekuk membentuk sudut 450. Kaki kanan atau kiri dijadikan tumpuan;
(3) pandangan mata tertuju ke arah catcher;
(4) tangan yang memegang bola ditarik ke belakang, kemudian bola dilemparkan sekuat tenaga ke arah catcher;
(5) posisi kaki yang terangkat pada waktu melemparkan bola diturunkan;
(6) setelah bola terlempar, maka pitcher bersiap-siap berlari menuju base.
b) Side Arm Throw, melempar dengan ayunan samping
Cara melakukan teknik ini yaitu:
(1) salah satu tangan memegang bola dengan posisi tangan ditekuk membentuk sudut 15-200;
(2) posisi kaki terangkat setinggi dada dengan posisi kaki agak terangkat agak ditekuk membentuk sudut 450;
(3) pandangan mata tertuju ke arah pitcher;
(4) tangan yang memegang bola ditarik ke belakang, lalu memutar ke arah samping. Kemudian bola dilemparkan sekuat tenaga ke arah catcher;
(5) posisi kaki terangkat pada waktu melemparkan bola, diturunkan;
(6) setelah bola terlempar maka pitcher bersiap-sipa berlari menuju base.
c) Underhand, lemparan bawah
Cara melakukan teknik ini yaitu:
(1) salah satu tangan memegang bola dengan posisi tangan ditekuk membentuk sudut 15-200;
(2) posisi kaki terangkat setinggi dada dengan posisi kaki agak terangkat agak ditekuk membentuk sudut 450;
(3) kaki kanan atau kiri dijadikan tumpuan;
(4) pandangan mata tertuju ke arah pitcher;
(5) tangan yang memegang bola ditarik ke belakang, lalu memutar ke arah bawah. Pada waktu tangan mencapai ± 100 bola dilemparkan sekuat tenaga;
(6) pada waktu melempar bola kaki yang terangkat diturunkan;
(7) setelah bola terlempar maka pitcher bersiap-siap berlari menuju base.
2) Menangkap Bola
a) Menangkap bola yang bergulir di tanah (ground-ball)
b) Menangkap bola lambung (fly ball)
c) Menangkap bola lurus (straight ball)
c. Memukul Bola (Batting)
Memukul dalam permainan softball terdiri dari dua macam, yaitu:
1) Memukul bola dengan ayunan penuh (swing)
2) Memukul bola tanpa ayunan (bunting)
Tujuan memukul adalah menciptakan nilai, mencapai base, dan memajukan pelari di depannya.
d. Sliding
Sliding adalah cara mencapai base dengan meluncurkan badan. Macam-macam teknik Sliding :
1) Sliding Lurus (Straight Leg Slide)
2) Sliding mengait (Hook slide)
3) Sliding dengan kepala lebih dulu (head first slide)
Lapangan, Perlengkapan, dan pemain Olah raga Soft Ball
a. Lapangan
1) Bentuk lapangan segi empat.
2) Panjang sisi-sisinya 16,7 m.
3) Jarak pitcher ke home base 13,07 m.
4) Ukuran pitcher plate 60 x 15 cm
b. Perlengkapan
1) Sarung tangan penjaga terbuat dari kulit seberat 283,33 gram.
2) Body protector
3) Pelindung muka
4) Kostum
5) Bola dan Stick
- Bola warna putih dengan berat 190 gram.
- Diameter bola 30 cm.
- Stick terbuat dari kayu dengan panjang 40 cm.
c. Pemain
Kriteria pemian baseball, yaitu sebagai berikut:
1) Beregu beranggotakan 9 pemain
Sejarah Softball
Softball diciptakan oleh George Hancock tahun 1887 di Chicago, Amerika Serikat. Di Indonesia Softball berkembang dengan baik. Pada tahun 1967 diadakan kejuaraan nasional softball pertama di Jakarta., kemudian pada PON VII tahun 1969 di Surabaya. Organisasi Softball di Indonesia adalah PERBASASI (Perserikatan Basebal dan Softball Seluruh Indonesia).
Softball disukai anak-anak sekolah dan mahasiswa karena biasanya mereka berseragam sekolah dan memakai istilah-istilah asing dalam permainannya. Softbal dilakukan secara beregu yang dapat dimainkan oleh pria atau wanita.
Teknik Dasar Permainan Bola Basket
a. Memegang Bola
Cara melakukannya sebagai berikut:
1) pegang bola dengan kedua jari tangan terbuka;
2) telapak tangan seluruhnya mengenai bola.
b. Mengoper bola
Mengoper bola dalam permainan bola basket terdiri dari tiga cara, yaitu sebagai berikut.
1) Chest Pass
Chest Pass yaitu operan bola dengan dua tangan dari dada yang berguna untuk jarak pendek yang menghasilkan kecepatan, ketepatan, dan kecermatan terhadap teman yang dioper.
Cara melakukannya yaitu sebagai berikut:
a) pegang bola dengan teknik yang benar;
b) bengkokkan sikut sampai bola di depan dada;
c) posisikan kaki seperti kuda-kuda, lutut ditekuk sedikit condongkan badan ke depan;
d) dorong bola ke depan sampai lengan lurus.
2) Baseball pass
Baseball pass yaitu operan bola dengan melempar dengan satu tangan. Kegunaan baseball pass ini untuk operan jarak sedang atau jarak jauh.
Cara melakukannya yaitu sebagai berikut:
a) pegang bola dengan satu tangan sampai posisinya di belakang kepala;
b) posisikan kaki yang berlawanan dengan tangan yang memegang bola ke depan;
c) condongkan badan ke depan;
d) lemparkan bola dengan lecutan pergelangan tangan;
c. Dribble
Tujuan dari men-dribble bola adalah untuk membawa bola dalam usaha untuk menerobos pertahanan lawan.
Cara melakukannya yaitu sebagai berikut:
1) pegang bola;
2) posisikan salah satu kaki ke depan berlawanan dengan tangan yang memegang bola;
3) condongkan badan, lutut ditekuk;
4) pantulkan bola, jangan dipukul tetapi ikuti pergerakan bola. Pada saat bola memantul ke atas ikuti ke atas kemudian dorong kembali ke bawah supaya bola memantul;
5) coba lakukan dribble bola dengan berjalan ke depan atau mundur.
d. Lay up
Lay up adalah teknik menembak bola dalam jarak dekat dengan basket yang didahului dengan gerakan dua langkah.
Cara melakukannya yaitu sebagai berikut:
1) lakukan latihan bersama teman;
2) awalan sedikit jauh agar didapatkan tolakan lompatan yang tinggi;
3) bersamaan dengan penerima bola melompat/melayang bola harus sudah dioper/di umpan. Jadi waktunya harus tepat antara datang-nya bola dengan posisi penerima bola yang dalam keadaan melayang;
4) tangkap bola, lepaskan dengan kekuatan yang kecil.
d. Shooting
Shooting dalam permainan bola basket terbagi kedalam dua jenis, yaitu:
1) Shooting dengan satu tangan
Cara melakukannya :
a) lakukan awalan, loncat tegak lurus ke atas;
b) lepaskan bola ketika pada puncak loncatan.
2) Shooting dengan dua tangan.
Cara melakukannya yaitu sebagai berikut:
a) posisikan kaki sejajar atau salah satunya di depan;
b) pegang bola dengan kedua tangan didepan atas kepala;
c) sikut lengan kanan bengkokan ± 900;
d) condongkan badan sedikit menghadap kearah ring basket;
e) tembakkan bola dengan bantuan pergerakan tangan sampai lengan lurus ke depan.
Alat dan Peraturan Olahraga Bola Basket
Alat dan fasilitas yang dipergunakan dalam permaian bola basket adalah sebagai berikut.
a. Lapangan
1) Bentuk lapangan empat persegi panjang.
2) Panjang 26 m, lebar14 m diukur dari sebelah dalam garis batas.
b. Basket dan Papan Pantul
1) Simpai terbuat dari besi dengan diameter 20 cm dan panjang jala 40 cm.
2) Garis tengah simpai 45 cm, dengan tinggi 3.05 dari lantai.
3) Papan pantul terbuat dari kayu dengan tebal 3cm atau bahan lain yang cocok.
4) Panjang papan pantul 1.80 m, lebar 1.20 m.
5) Pada papan pantul terdapat persegi panjang dengan panjang 59 cm (vertikal).
c. Pemimpin Pertandingan
1) Pertandingan dipimpin dua orang wasit yaitu wasit I (referee) dan wasit II (umpire). Klasifikasi wasit PERBASI terdiri dari wasit anggota (C), wasit daerah (B2), wasit wilayah (B1), wasit Nasional (A), dan wasit Internasional. Perlengkapan wasit adalah peluit, kostum wasit: (celana panjang abu–abu, kaos/kemeja abu–abu, sepatu basket/tenis)
2) Wasit ditentukan oleh PERBASI yang dibantu oleh komisi wasit.
d. Waktu Pertandingan
Permainan bola basket terdiri dari dua babak, setiap babak berlangsung selama 20 menit, waktu istirahat 10 menit. Bila terjadi angka yang sama, maka dilakukan perpanjangan waktu tambahan selama 5 menit.
e. Permulaan Pertandingan
Pertandingan dimulai dengan jump ball di garis batas tengah lingkaran dan bola lompat akan diberikan oleh wasit di antara kedua pemain dari masing-masing tim.
f. Gol dan Nilainya
Bila gol terjadi di daerah serang nilainya 2, daerah 3 nilainya 3, dan bila gol terjadi dari tembakan bebas nilainya 1.
g. Bola tertahan (held ball)
Bola dinyatakan tertahan apabila dua orang pemain dari regu yang berhadapan menguasai bola bersama-sama dengan satu tangan atau dua tangan. Permainan akan dimulai dengan bola lompat.
h. Peraturan 3 detik
Seorang pemain dari satu regu tidak boleh berdiri di dalam daerah bersyarat lawan lebih dari 3 detik.
i. Peraturan 5 detik
Apabila seorang pemain sedang memegang bola yang dijaga ketat oleh lawan yang tidak mengoper, menembak, menggelindingkan dan memantulkan bola selama 5 detik, maka pemain tersebut dikenakan pelanggaran.
j. Peraturan 10 detik
Suatu regu tidak diperbolehkan memainkan bola lebih dari 10 detik didaerah belakang permainan sendiri.
k. Peraturan 30 detik
Apabila suatu regu menguasai bola dalam permainan, maka dalam waktu 30 detik harus melakukan tembakan untuk mencetak gol.
l. Bola
1) Terbuat dari karet yang dilapisi kulit atau bahan sintetis lain.
2) Diameter 75 cm - 78 cm.
3) Berat 600 gr - 650 gr.
4) Jika dipantulkan dari ketinggian 1.80 m, bola harus memantul ± 1.20 m - 1.40 m.
m. Alat lainnya
1) Daftar perolehan skor (score sheet).
2) Papan skor (score board).
3) Stop watch dan jam pertandingan.
Sejarah Permainan Bola Basket
Permainan bola basket diciptakan oleh Dr. James A. Naismith pada tahun 1891 atas anjuran Dr. Luther Halsey Gulick. Permainan baru tersebut dinamakan dengan Basketball, karena permainan ini menarik, mudah dimainkan, masyarakat menyambutnya dengan baik.
Pada Olimpiade Prancis tahun 1924, permainan bola basket untuk pertama kalinya di demonstrasikan, dan pada tanggal 21 juni 1932 digelar konferensi bola basket atas prakarsa Dr. Elmer Beny seorang direktur sekolah olah raga di Geneva, Swiss. Dalam konferensi tersebut, terbentuk FIBA (Federation Internationale de Baskeball Amateur). Dalam olimpiade Jerman (1936), permainan bola basket dipertandingkan untuk pertama kalinya yang diikuti oleh 21 negara.
Permainan bola basket adalah permainan beregu yang terdiri dari lima orang pemain setiap regunya yang dapat dimainkan oleh putra atau putri. Tujuan dari bola basket ini adalah mendapatkan nilai sebanyak - banyaknya dan menahan serangan lawan.
Indonesia mengenal permainan ini dari perantau Cina setelah era perang dunia II. Pada PON I Surakarta, permainan bola basket dimasukkan dalam acara pertandingan. Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PERBASI) didirikan pada tanggal 23 oktober 1951, kemudian PERBASI diterima menjadi anggota FIBA pada tahun 1953. pada tahun 1955 perpanjangan singkatan PERBASI diubah menjadi Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia.
Pola Permainan Bola Voli
a. Pola Penyerangan
Menyerang dalam permainan Bola Voli merupakan usaha untuk mematikan bola di lapangan lawan dengan jalan apapun yang diperbolehkan peraturan permainan.
Jenis pemain yang sesuai dengan tugas dan fungsinya terbagi menjadi tiga yaitu: Smasher (Sm) sebagai penyerang utama, Set-Uper (Su) sebagai pengumpan smasher, dan Universal (U) berfungsi serbaguna.
Pola-pola penyerangan dalam permainan bola voli yaitu:
a) sistem 4 Sm - 2 Su (4 Smasher - 2 Set-uper)
b) sistem 4 Sm - 1 Su - 1 U (4 Smasher - 1 Set-uper - 1 Universal)
c) sistem 5 Sm - 1 Su (5 Smasher - 1 Set-uper)
b. Pola pertahanan
Pertahanan adalah basis utama untuk melakukan serangan terhadap regu lawan. Terdapat beberapa taktik yang dapat dilakukan dalam pola pertahanan, antara lain:
1) Pertahanan terhadap servis
2) Pertahanan bola dari pantulan block lawan
Beberapa teknik lain untuk memetik angka antara lain:
a. smash bola pada tempat pemain yang lemah dalam bertahan;
b. arahkan smash pada tempat kosong;
c. arahkan bola di antara 2 pemain bertahan;
d. arahkan bola pada pemain lawan yang bergerak maju mundur atau ke samping;
e. smash tipuan, dan sebagainya.
Teknik Dasar Bermain Bola Voli
Untuk dapat bermain bola voli dengan benar, maka terlebih dahulu harus dikuasai berbagai teknik dasar bola voli. Teknik-teknik ini merupakan teknik yang menjadi acuan dalam bermain bola voli. Teknik-teknik dasar tersebut yaitu sebagai berikut.
a. Teknik Mengoper Bola (Passing Ball)
Teknik mengoper bola dalam bola voli, dibagi menjadi dua teknik, yaitu:
1) Passing bawah
Cara melakukannya sebagai berikut:
a) berdiri dengan kedu kaki dibuka, dan salah satu kaki ditempatkan di depan;
b) berat badan agak condong ke depan, kedua lutut ditekuk;
c) kedua tangan diluruskan ke depan dan punggung telapak tangan kiri di tempatkan di atas punggung telapak tangan kanan. Kemudian di kepalkan sehingga ibu jari tangan berdempetan.
2) Passing atas
Cara melakukannya sebagai berikut:
a) berpasangan dengan teman;
b) lambungkan bola oleh pelempar melewati net;
c) penerima bola mengejar bola dari pelempar agar posisinya tepat;
d) pada saat akan melakukan passing, sikap lutut sedikit ditekuk, badan condong ke depan, kedua tangan di depan dekat dada;
e) pada saat bola datang, posisikan diri dibawah bola, angkat tangan keatas depan;
f) seluruh jari tangan membentuk setengah bulatan;
g) sentuh bola, jari-jari sedikit ditegangkan, di kuti dengan pergerakan pergelangan tangan, angkat keatas dengan cepat,
b. Teknik Servis
Teknik servis dalam bola voli dibagi menjadi empat teknik, yaitu:
1) Servis Bawah
Cara melakukannya sebagai berikut:
a) berdiri di belakang garis;
b) bola dipegang dengan tangan kiri;
c) mengayunkan tangan kanan ke bawah belakang;
d) ayunkan tangan kearah jatuhnya bola (kira – kira jatuh setinggi pinggang);
e) pantulkan bola dengan telapak tangan yang ditegangkan.
2) Servis Atas
Cara melakukannya sebagai berikut:
a) berdiri dibelakang garis;
b) lambungkan bola dengan tangan kiri sampai diatas kepala jangan terlalu tinggi;
c) ayunkan tangan kanan dibelakangkepala samping belakang telinga, siku ditekuk;
d) ayun dan lecut bola dengan telapak tangan.
3) Servis Loncat (Jumping Servis)
Cara melakukannya sebagai berikut:
a) berdiri di belakang garis belakang;
b) lambungkan bola dengan tangan kiri sampai ketinggian bola mencapai 3 meter;
c) pada saat melakukan tolakan tubuh ke atas, posisi tangan ditarik ke belakang;
d) lengan diayun dan lecut bola dengan telapak tangan pada waktu bola masih berada di udara;
e) pukul bola dengan sekuat tenaga.
c. Teknik Smash dan Block
1) Teknik Smash
Cara melakukannya, yaitu sebagai berikut:
a) lakukan awalan dengan melangkah atau tanpa awalan;
b) lambungkan bola dengan kedua belah tangan;
c) ayunkan tangan ke atas;
d) ayunkan tangan menyambut ke arah datangnya bola;
e) pukul bola dengan telapak tangan, sampai lengan lurus.
2) Teknik Block
Cara melakukannya, yaitu sebagai berikut:
a) dapat dilakukan oleh satu, dua atau tiga orang pemain tergantung seranagn lawan;
b) loncat di depan net dengan posisi tangan mengarah ke atas menahan datangnya bola hasil serangan/ smash pihak lawan.
Sejarah Olahraga BolaVoli
Permainan bola voli diciptakan oleh William G. Morgan pada tahun 1895 di Massachusetts, Amerika Serikat. Pada awalnya permainan bola voli diberi nama Mintonette sebelum berubah menjadi Volley Ball.
Pertandingan bola voli yang pertama diadakan pada tahun 1947 di Polandia. Pada tahun 1948 di dirikan IVBF (International Volley Ball Federation), beranggotakan 15 negara dengan Paris sebagai pusatnya.
Pada jaman penjajahan Belanda, barulah Indonesia mengenal permainan bola voli ini. Permainan bola voli berkembang pesat dengan munculnya klub – klub di beberapa kota besar di Indonesia. Karena itulah maka dibentuk PBVSI (Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia), pada tanggal 22 januari 1945 bersamaan dengan Kejuaraan Nasional yang pertama kali. Pada PON II di Jakarta dan PON I di Yogyakarta, pertandingan bola voli resmi masuk dalam acara tersebut.
Bermain Sepakbola dengan Peraturan yang Sederhana
Buatlah tim kesebelasan dengan masing-masing setiap tim berjumlah 11 orang. Aturlah ke-sebelas orang tersebut sesuai dengan posisinya masing-masing. Pada waktu bermain pergunakanlah semua teknik yang telah diketahui sebelumnya.
Adapun peraturan yang harus diikuti adalah sebagai berikut.
a) lokasi yang digunakan untuk bermain di lapangan sepakbola;
b) Pengaturan posisi dalam sepakbola yaitu penjaga gawang, bek kiri dan kanan, poros halang, gelandang kiri luar dan gelandang kanan luar, gelandang dalam kiri dan gelandang dalam kanan, kiri luar dan kanan dalam, ujung tombak/pemain depan;
c) permainan dimulai dengan kick off di titik tengah lapangan;
d) bila bola ke luar dari lapangan dengan melalui garis samping, maka dilakukan lemparan ke dalam;
e) bila bola keluar lapangan melalui garis gawang, maka dilakukan tendangan penjuru;
f) bila terjadi pelanggaran, maka dilakukan tembakan bebas;
g) tim yang paling banyak memasukkan gol ke gawang lawan dinyatakan sebagai pemenang permainan;
h) setiap pemain tidak boleh membahayakan pemain lain dalam suatu pertandingan baik secara fisik maupun mental.
Bentuk-bentuk penyimpangan pemain yang biasanya selalu tampak dalam suatu pertandingan yaitu:
(a) hard tackling;
(b) intimidasi baik ke sesama pemain atau penonton (gerakan anggota tubuh atau kata-kata);
(c) menarik seragam pemain lain dengan maksud untuk menghalangi gerak atau merebut bola;
(d) membuka baju kesebelasan pada waktu perayaan gol;
(e) diving;
(f) memprotes keputusan wasit;
(g) mengulur-ulur waktu pertandingan, dan lain sebagainya.
Pokok-pokok Peraturan Permainan Sepakbola
a. Lapangan
Lapangan sepakbola berbentuk empat persegi panjang dengan ukuran sebagai berikut:
1) panjang : 100-110 meter
2) lebar : 64-75 meter
3) jari-jari lingkaran tengah : 9,15 meter
4) daerah gawang : 18,35 x 5,5 meter
5) daerah tendangan hukumnan : 40,32 x 16,5 meter
6) daerah tendangan finalti : 11 meter
b. Gawang
Gawang sepakbola memiliki ukuran sepakbola sebagai berikut:
1) tinggi : 2.44 meter
2) lebar : 7,32 meter
3) diameter tiang dan palang gawang : 12 cm
c. Bola
Bola harus terbuat dari kulit atau bahan sejenis dan berbentuk bulat dengan ukuran sebagai berikut.
1) berat bola : 396 – 453 gram
2) lingkaran bola : 68 – 71 cm
d. Perlengkapan Pemain
Semua pemain diharuskan memakai pakaian dan sepatu untuk sepakbola. Setiap pemain tidak diperbolehkan menggunakan alat tambahan yang dapat membahayakan pemain lain.
e. Jumlah dan Waktu Permainan
1) Jumlah pemain
(a) permainan sepakbola dilakukan oleh dua tim.
(b) Setiap tim berjumlah 11 orang pemain utama dan 5 pemain cadangan;
2) Waktu permainan
(a) Waktu yanng dipergunakan untuk permainan sepakbola adalah 2 x 45 menit dan waktu yang diberikan untuk istirahat adalah 10 – 15 menit.
(b) Jika dalam pertandingan skor imbang, maka dilakukan perpanjangan waktu 2 x 15 menit.
3. Teknik Dasar Sepakbola
a. Teknik menendang bola
Teknik menendang bola dapat dibedakan kedalam dua jenis, yaitu sebagai berikut.
1) Menendang bola dengan kaki bagian dalam
Cara melakukannya sebagai berikut:
(a) kaki tumpu sejajar dengan bola dan lutut agak ditekuk;
(b) posisi badan condong ke depan berada di atas bola;
(c) kaki sepak berada di belakang dengan lutut diputar ke arah luar dan ujung kaki membentuk sudut 900;
(d) kedua tangan membentang ke samping untuk menjaga keseimbangan tubuh;
(e) tendang bola di bagian tengah dengan kaki bagian dalam.
2) Menendang bola dengan kaki bagian luar
Cara melakukannya sebagai berikut:
(a) kaki tumpu berada sejajar di samping bola dengan lutut agak ditekuk;
(b) kaki sepak berada di belakang dengan ujung kaki di putar ke arah dalam, kemudian tendang bola dengan bagian luar kaki.
b. Teknik mengontrol bola
Teknik mengontrol bola dapat dibedakan kedalam dua jenis, yaitu:
1) Mengontrol bola dengan kaki bagian dalam
Cara melakukannya sebagai berikut.
(a) posisi badan berada di belakang bola dengan berat badan berada di kaki tumpu;
(b) posisi lutut agak ditekuk;
(c) badan condong sedikit ke arah depan;
(d) kaki yang digunakan untuk menahan agak ditekuk dan ujung kaki di putar ke arah luar;
(e) tahan bola dengan kaki bagian dalam dan sedikit diangkat dari tanah.
2) Mengontrol bola dengan kaki bagian luar
Cara melakukannya sebagai berikut:
(a) posisi badan ditempatkan di belakang bola, berat badan berada di kaki tumpu dengan lutut agak ditekuk;
(b) badan condong ke arah bola. Kaki penahan diangkat di muka kaki tumpu, lutut sedikit bengkok dan bagian luar menghadap tanah. Bola ditahan di antara kaki bagian luar dengan tanah.
c. Teknik Menggiring Bola
Teknik menggiring dalam permainan sepakbola dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu.
1) Menggiring bola dengan kaki bagian dalam
Cara melakukannya sebagai berikut.
(a) berat badan berada di kaki tumpu dengan posisi lutut sedikit di tekuk. Lutut kaki di dorong agak ditekuk dengan ujung kaki diputar ke arah luar;
(b) bola digiring dengan kaki bagian dalam dan berada pada jarak penguasaan, kemudian bola digiring ke depan dengan jarak lurus dengan posisi badan berada di antara bola dan lawan.
2) Menggiring bola dengan kaki bagian luar
Cara melakukannya sebagai berikut.
(a) berat badan berada di kaki tumpu dengan lutut sedikit ditekuk dengan ujung kaki diputar ke arah dalam;
(b) bola digiring dengan kaki bagian luar yang tetap dalam jarak penguasaan, kemudian bola digiring dengan posisi badan berada di antara bola dan lawan.
Latihan Keseimbangan
Keseimbangan yaitu kemampuan untuk mengontrol dan mempertahankan posisi tubuh. Latihan keseimbangan dapat dilakukan dengan jalan mengurangi atau memperkecil bidang tumpuan.
Gerakan-gerakan tubuh untuk yang dapat dipergunakan untuk melatih keseimbangan statis, yaitu sebagai berikut.
a. Handstand
Handstand merupakan salah satu gerakan dalam melatih keseimbangan tubuh. Cara melakukan latihan ini yaitu sebagai berikut:
1) posisi badan dalam keadaan membungkuk;
2) posisi badan membentuk sudut 450, posisi kaki lurus dan tangan berada di lantai, tangan berfungsi sebagai tahanan
3) dengan hentakan, angkat kaki secara perlahan hingga mencapai keadaan garis lurus antara posisi tangan, badan dan kaki;
4) gerakan ini dapat dilakukan berulang-ulang dengan durasi waktu 15-30 detik atau menurut kemampuan.
b. One stand foot
One stand foot merupakan gerakan tubuh yang ditujukan untuk menguatkan otot-otot tungkai dan menjaga keseimbangan tubuh. Cara melakukan gerakan ini yaitu sebagai berikut:
1) sikap awal berdiri tegak dengan posisi kedua kaki rapat dan kedua tangan berada di samping;
2) kedua tangan direntangkan ke samping, kemudian badan dibungkukkan. Bersamaan dengan badan salah satu kaki diangkat lurus ke belakang hingga membentuk garis lurus horizontal, upayakan kepala tetap dalam keadaan tengadah;
3) setelah tercapai garis lurus horizontal, pertahankan keadaan ini dan upayakan dalam keadaan stabil selama 15 hitungan atau menurut kemampuan.
Latihan Kelenturan
Kelenturan yaitu kemampuan melakukan gerakan dalam ruang gerak sendiri, juga ditentukan oleh elastisitas otot. Melatih kelenturan dapat mengurangi resiko terjadinya cedera pada otot dan sendi.
Berikut ini beberapa latihan kelenturan yang dapat dilakukan, yaitu sebagai berikut.
a. Peregangan dinamis, yaitu gerakan anggota tubuh berirama dengan melakukan gerakan-gerakan memutar atau memantul-mantulkan anggota tubuh sedemikian rupa, sehingga otot terasa teregangkan.
b. Peregangan statis, yaitu gerakan anggota tubuh dengan mengambil sikap sedemikian rupa sehingga meregangkan suatu kelompok otot tertentu.
c. Peregangan pasif, yaitu gerakan anggota tubuh untuk melemaskan kelompok otot tertentu yang telah dipergunakan, kemudian dibantu oleh orang lain meregangkan otot tersebut secara perlahan.
Latihan Kekuatan (Strength Training)
Kekuatan adalah kemampuan otot untuk melakukan kontraksi gun ammebangkitkan tegangan terhadap suatu tahanan Kekuatan otot merupakan komponen yang penting untuk meningkatkan kondisi fisik secara keseluruhan, yang merupakan dasar dari semua kompenen kondisi fisik. Karena, kekuatan merupakan daya penggerak dan sekaligus pencegah cidera.
Latihan-latihan yang paling sesuai ialah latihan tahanan (resistance exercise). Dilihat dari tipe kontraksi otot, latihan tahanan terbagi kedalam tiga kategori, yaitu sebagai berikut.
a. Kontraksi Isometrik
Kontraksi isometrik adalah kontraksi sekelompok otot tanpa gerakan anggota tubuh. Bentuk latihan dapat berupa mengangkat, mendorong, atau menarik benda yang tidak bergerak seperti tembok, pohon, dan sebagainya.
b. Kontraksi Isotonik
Dalam latihan kontraksi isotonik, semua anggota badan bergerak yang ditandai dengan kontraksi otot yang memanjang dan memendek. Oleh karena itu, kontraksi isotonik disebut juga kontraksi dinamik.
Bentuk-bentuk latihan dari kontraksi isotonik ini adalah sebagai berikut.
1) Latihan kekuatan otot lengan
Tujuan dari latihan ini untuk menguatkan otot lengan. Salah satu jenis latihan yang biasa dilakukan yaitu push-up. Cara melakukannya sebagai berikut:
(a) mula-mula badan telungkup, kedua kaki dirapatkan lurung dibelakang, kaki ujung kaki dijadikan tumpuan pada lantai;
(b) kedua telapak tangan berada di samping dada, jari-jari tangan dalam keadaan terbuka dan menunjuk ke arah depan, posisi siku ditekuk;
(c) angkatlah badan ke atas sampai kedua tangan lurus, posisi badan dan kaki harus lurus;
(d) badan diturunkan kembali, dengan jalan membengkokkan siku, badan dan kaki kembali berada di atas lantai dengan tetap ujung kaki sebagai tumpuan;
(e) ulangi gerakan ini selama 15-30 detik, atau menurut kemampuan.
2) Latihan kekuatan otot perut
Tujuan dari latihan ini untuk menguatkan otot perut. Salah satu jenis latihan yang bisa dilakukan yaitu sit-up. Cara melakukannya sebagai berikut:
(a) mula-mula posisi tubuh dalam keadaan terlentang;
(b) kedua lutut ditekuk membentuk sudut 450;
(c) kedua tangan diletakkan di belakang kepala;
(d) badan diangkat ke atas hingga mencapai posisi duduk dengan posisi tangan tetap berada di belakang kepala;
(e) gerakan ini dapat dilakukan berulang-ulang sebanyak 15-30 detik atau menurut kemampuan.
3) Latihan kekuatan otot punggung
Tujuan dari latihan ini untuk menguatkan otot punggung. Salah satu jenis latihan yang bisa dilakukan yaitu back-lift. Cara melakukan latihan ini adalah sebagai berikut:
(a) mula-mula badan dalam keadaan telungkup;
(b) kaki rapat dan kedua tangan memegang belakang kepala;
(c) angkatlah badan, posisi badan tidak menyentuh lantai;
(d) posisi kaki bisa tetap berada dilantai, atau ikut terangkat bersamaan dengan badan;
(e) gerakan ini bisa dilakukan berulang-ulang selama 15-30 detik atau menurut kemampuan.
c. Kontraksi isokinetik
Dalam latihan kontraksi isokinetik, otot mendapatkan tahanan yang sama melalui seluruh ruang gekanya sehingga otot bekerja secara maksimal.
Bentuk-bentuk latihan dari kontraksi isokinetik yaitu sebagai berikut.
1) Angkat Beban (Weight Training)
Angkat Beban atau Weight Training merupakan metode latihan tahanan dengan menggunakan beban sebagai alat untuk meningkatkan kondisi fisik. Beberapa bentuk latihan angkat beban ini yaitu sebagai berikut:
(a) Two arms press
Beban diangkat ke atas setinggi dada sehingga kedu tangan lurus. Latihan two arms press bertujuan untuk menguatkan otot lengan, bahu dan pundak.
(b) two arms curls
Beban diangkat dengan membengkokkan lengan pada siku dengan posisi siku tetap berada di samping dalam. Latihan two arms curls bertujuan untuk menguatkan otot biceps.
(c) triceps strech
Beban yang dipegang di belakang leher diangkat dengan kedua siku diluruskan. Latihan two arms press bertujuan untuk menguatkan otot triceps.
2) Pull-up
Angkat Badan atau Pull-up merupakan metode latihan tahanan dengan menggunakan baban sebagai alat untuk meningkatkan kondisi fisik. Latihan ini berfungsi untuk melatih otot lengan.
Cara melakukannya sebagai berikut:
(1) posisi badan tegak berdiri dengan posisi tangan lurus, dan jari-jari tangan memegang pipa;
(2) dengan teratur angkatlah badan ke atas hingga posisi leher sejajar dengan pipa;
(3) posisi tangan ditekuk pada waktu badan terangkat ke atas yang berguna sebagai tahanan;
(4) turunkan badan pada posisi awal;
(5) gerakan ini dapat dilakukan berulang-ulang dengan durasi waktu antara 15-30 detik atau menurut kemampuan.
Unsur Utama Kebugaran
Tubuh kita merupakan serangkaian otot yang diatur untuk bergerak. Setidaknya terdapat lima komponen utama dari kebugaran yang berhubungan dengan kesehatan, yaitu sebagai berikut:
a. daya tahan tubuh karsiorespirasi/kondisi aerobik, yaitu kemampuan jantung, paru-paru, pembuluh darah, dan otot-otot besar untuk melakukan latihan-latihan yang keras dalam jangka waktu lama;
b. kekuatan otot, yaitu kemampuan otot-otot tubuh dalam menggunakan tenaga maksimal atau mendekati maksimal untuk mengangkat beban;
c. daya tahan otot, yaitu kemampuan dari otot-otot kerangka badan untuk menggunakan kekuatan dalam jangka waktu tertentu;
d. kelenturan, yaitu gerak otot-otot dan persendian tubuh. Meningkatkan kelenturan akan memperbaiki penampilan tubuh dan mengurangi kemungkinan akan terjadinya cedera;
e. komposisi tubuh, yaitu prosentase lemak yang terdapat dalam tubuh dari berat tubuh tanpa lemak (otot, tulang, tulang rawan, dan organ-organ vital).
Seluruh aspek tersebut akan dapat dirasakan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari seperti hal-hal sebagai berikut:
1) meningkatnya kemampuan fisik, ditandai dengan semakin bertambah baiknya prestasi kerja;
2) daya tahan tubuh meningkat;
3) berkurangnya kemungkinan menderita berbagai macam penyakit antara lain serangan jantung;
4) terpeliharanya bentuk tubuh yang ideal;
5) mempertajam kekuatan mental dan menambah kapasitas individu dalam berpikir;
6) memperlambat proses penuaan;
7) tidur lebih tenang;
8) peredaran darah dan pernafasan lebih efisien.
Dalam latihan olahraga perlu diperhatikan hal-hal yang berkenaan dengan hal-hal sebagai berikut, yaitu:
(a) prinsip-prinsip dasar latihan;
(b) tingkat kondisi fisik awal;
(c) intensitas latihan;
(d) frekuensi latihan;
(e) lama latihan;
(f) jenis latihan.
Beban program latihan dapat diukur melalui sistem kartiovaskuler, yaitu dengan mengukur denyut nadi. Latihan olahraga yang dapat merangsang peningkatan fungsi organ yaitu dengan memperhatikan beban latihan sehingga mencapai Training Sensitive Zone.
Pengertian Kebugaran Jasmani
Departemen Kesehatan WHO (World Health Organization) menjelaskan pengertian sehat yakni sejahtera jasmani, rohani, dan sosial; bukan saja bebas dari penyakit cacat ataupun kelemahan.
Setiap orang memiliki derajat sehat yang berbeda. Hal ini sangat bergantung pada pembinaan kesehatan yang dilakukan tiap orang tersebut. Derajat sehat selalu meningkat apabila terus dibina, dan sebaliknya menurun apabila dibiarkan.
Ilmu Faal meninjau kesehatan seseorang terutama dari aspek jasmaniah. Jasmani yang sehat berasal dari kondisi seluruh fungsi organ tubuh berada pada keadaan normal.
Sehat menurut Ilmu Faal dibedakan menjadi:
a. sehat statis, yakni fungsi organ tubuh normal dalam keadaan istirahat;
b. sehat dinamis, yaitu fungsi organ tubuh normal dalam keadaan bekerja atau bergerak.
Jasmani yang bugar yaitu jasmani yang memiliki derajat sehat dimanis yang mampu mendukung segala aktivitas dalam kehidupan sehari-hari, tanpa terjadi kelelahan yang berlebihan pada tubuh. Semakin tinggi derajat sehat dinamis seseorang, maka semakin besar kemampuan kinerja fisiknya dan semakin kecil kemungkinan akan terjadinya kelelahan pada anggota tubuh.
Berolahraga hingga sekarang ini merupakan salah satu cara mencapai dan meningkatkan derajat kesehatan, dan daya tahan tubuh. Daya tahan tubuh akan meningkat, apabila dilakukan latihan-latihan yang terarah dan sistematis.
Subscribe to:
Comments (Atom)